Liwa, Lampung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Waykanan, Lampung, menerima penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seiring kemampuan daerah itu menghasilkan produksi beras di atas lima persen.
Bupati Kabupaten Waykanan Bustami Zainudin melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Waykanan Rinaldi, di Blambanganumpu, Minggu, saat dihubungi dari Liwa, Lampung Barat, sekitar 278 km sebelah utara kota Bandarlampung menyatakan, penghargaan tersebut milik seluruh petani daerah itu.
"Terima kasih kepada seluruh petani Waykanan atas kerja kerasnya sehingga penghargaan atas prestasi tersebut tercapai," ujar Rinaldi menyampaikan pernyataan Bustami.
Rinaldi melanjutkan, bupati meminta Petani Waykanan untuk bangga dan optimistis mewujudkan Waykanan Bumi Petani dengan ketercapaian produksi padi di atas lima persen selama beberapa tahun terakhir di daerah tersebut.
"Penghargaan P2BN tersebut disampaikan kepada Bupati Bustami Zainudin melalui Menteri Pertanian Republik Indonesia Suswono, Jumat, 19 Agustus di Kantor Pusat Departemen Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Jakarta Selatan," kata dia.
Tahun 2009, Bupati Kabupaten Waykanan periode 2005-2010 Tamanuri juga mendapatkan serupa dari Presiden Susilo Bambang Yuhoyono sehubungan peningkatan produksi beras di daerah itu mengalami peningkatan secara berturut-turut.
Tahun 2005, realisasi produksi padi sawah di Kabupaten Waykanan dalam ton ialah 117.788, lalu di tahun 2006 tercapai produksi 127.144 ton, tahun 2007 132.831 ton, tahun 2008 136.660 ton.
Adapun di tahun 2009 tercapai produksi padi sawah sejumlah 159.639 ton, ditambah 22.519 ton padi gogo tercapai jumlah 182.158 ton.
"Di tahun 2010 juga mengalami peningkatan lebih 10 persen, ada surplusnya dari tahun 2009," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertanakan) Kabupaten Waykanan Amalia Rizkiyanti.
Menurut dia, peningkatan demi peningkatan produksi beras terjadi karena beberapa hal, antara lain, semangat bercocok tanam petani yang baik, didukung kinerja Dispertanakan melakukan penyuluhan.
Bupati Kabupaten Waykanan Bustami Zainudin melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Waykanan Rinaldi, di Blambanganumpu, Minggu, saat dihubungi dari Liwa, Lampung Barat, sekitar 278 km sebelah utara kota Bandarlampung menyatakan, penghargaan tersebut milik seluruh petani daerah itu.
"Terima kasih kepada seluruh petani Waykanan atas kerja kerasnya sehingga penghargaan atas prestasi tersebut tercapai," ujar Rinaldi menyampaikan pernyataan Bustami.
Rinaldi melanjutkan, bupati meminta Petani Waykanan untuk bangga dan optimistis mewujudkan Waykanan Bumi Petani dengan ketercapaian produksi padi di atas lima persen selama beberapa tahun terakhir di daerah tersebut.
"Penghargaan P2BN tersebut disampaikan kepada Bupati Bustami Zainudin melalui Menteri Pertanian Republik Indonesia Suswono, Jumat, 19 Agustus di Kantor Pusat Departemen Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Jakarta Selatan," kata dia.
Tahun 2009, Bupati Kabupaten Waykanan periode 2005-2010 Tamanuri juga mendapatkan serupa dari Presiden Susilo Bambang Yuhoyono sehubungan peningkatan produksi beras di daerah itu mengalami peningkatan secara berturut-turut.
Tahun 2005, realisasi produksi padi sawah di Kabupaten Waykanan dalam ton ialah 117.788, lalu di tahun 2006 tercapai produksi 127.144 ton, tahun 2007 132.831 ton, tahun 2008 136.660 ton.
Adapun di tahun 2009 tercapai produksi padi sawah sejumlah 159.639 ton, ditambah 22.519 ton padi gogo tercapai jumlah 182.158 ton.
"Di tahun 2010 juga mengalami peningkatan lebih 10 persen, ada surplusnya dari tahun 2009," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertanakan) Kabupaten Waykanan Amalia Rizkiyanti.
Menurut dia, peningkatan demi peningkatan produksi beras terjadi karena beberapa hal, antara lain, semangat bercocok tanam petani yang baik, didukung kinerja Dispertanakan melakukan penyuluhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar