Rabu, 24 Agustus 2011

Tiga Bandara dapat Alokasi Rp 400 Miliar

Samarinda (ANTARA) - Tiga bandara di kawasan perbatasan Kalimantan Timur dengan Malaysia akan mendapatkan kucuran dana dari APBD provinsi itu mencapai Rp400 miliar untuk peningkatan panjang landasan pacu.


"Dana tersebut akan dialokasikan melalui sistem kontrak tahun jamak dari APBD Kaltim mulai 2012 hingga 2013," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Zairin Zain di Samarinda, Rabu.
Zairin yang didampingi Kapala Bidang Perhubungan Udara, Hasbi, mengatakan, usulan pendanaan untuk tiga bandara itu telah mendapat persetujuan melalui keputusan DPRD Kaltim Nomor 23 Tahun 2011.
Tiga bandara yang akan dikembangkan dan ditingkatkan panjang landasannya itu adalah Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan di Kabupaten Nunukan, Bandara Long Apung di Malinau, dan Bandara Datah Dawai di Kutai Barat.
Rinciannya adalah Bandara Yuvai Semaring Long Bawan akan mendapat alokasi Rp120 miliar, kemudian Rp130 miliar untuk Bandara Long Apung, dan Rp150 miliar untuk Bandara Datah Dawai.
Peningkatan panjang landasan pacu untuk tiga bandara di kabupaten perbatasan itu akan dilakukan hingga mencapai panjang 1.600 meter dengan lebar 30 meter.
Saat ini, kondisi yang ada tiga bandara tersebut adalah 900 meter dan lebar 23 meter dengan konstruksi aspal kolakan untuk Bandara Yuvai Semaring Long Bawan.
Panjang 840 meter dan lebar 23 meter dengan konstruksi aspal kolakan untuk Bandara Long Apung, dan panjang 750 meter dengan lebar 23 meter kondisi fisik aspal kolakan pada Bandara Datah Dawai.
Pada 2013 tiga bandara di perbatasan itu sudah akan memiliki panjang 1.600 meter dan lebar 30 meter. Minimal, pesawat jenis Hercules sudah bisa mendarat di tiga bandara tersebut.
Secara otomatis, peningkatan landasan pacu tersebut diharapkan juga akan meningkatkan intensitas penerbangan di tiga kawasan perbatasan Kaltim itu.
"Jika pembangunannya sudah terlaksana, maka persoalan infrastruktur yang sebelumnya menjadi penghambat dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan itu, secara perlahan akan bisa dipecahkan," ujar Zairin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar