Rabu, 24 Agustus 2011

Sriwijaya FC Bantah Pernyataan Zah Rahan

Palembang (ANTARA) - Direktur Teknik Sriwijaya Football Club, Hendri Zainuddin, menegaskan pihaknya memiliki bukti untuk membantah pernyataan Zah Rahan (gelandang Persipura) yang mengaku tidak pernah menghubungi manajemen klub itu, untuk bergabung sebagai pemainnya.


"Apa yang saya nyatakan bahwa Zah menghubungi Sriwijaya FC itu benar dan bukan bohong. Saya punya bukti SMS dan `blackberry messenger-nya," kata Hendri, di Palembang, Rabu.
Hendri menyatakan membantah kembali pernyataan Zah Rahan yang menyangkal pernah menghubungi manajemen Sriwijaya FC.
"Saya membaca pemberitaan dari Jayapura bahwa Zah membantah pernah menghubungi manajemen Sriwijaya FC. Padahal nyata-nyata, dia yang lebih dulu menghubungi kami," ujar dia pula.
Dia menuturkan, Zah Rahan untuk kali pertama menghubunginya pada saat perayaan ulang tahun Direktur Keuangan Sriwijaya FC, Augie Bunjamin.
"Zah pada awalnya menanyakan kabar, dan menginformasikan mendapatkan nomor telpon saya dari Keith Kayamba Gumbs. Lantas, Zah bicara mau bergabung dengan Sriwijaya FC lagi, dan saya izinkan dia bicara langsung dengan Augie," kata dia pula.
Dia melanjutkan, dalam pembicaraan itu terungkap keinginan Zah untuk dikontrak selama dua musim sekaligus dengan nilai Rp2,5 miliar.
"Saat itu saya jelaskan bahwa kuota SFC sudah penuh karena ada Kayamba, Therry Gathuessy dan Beto (Alberto Goncalves, Red) yang pada saat itu telah deal. Namun, Zah bilang, sulit bagi Sriwijaya dapatkan Beto karena Persipura menginginkannya kembali," ujar dia.
Kemudian, dia melanjutkan, kami memberikan penjelasan bahwa peluang untuk Zah sudah tertutup karena telah diyakinkan oleh agen Beto.
"Saat itu, Beto sudah menyatakan akan ke Palembang pada 18 Agustus, sehingga, bujukan Zah kami anggap angin lalu saja," kata dia lagi.
Dia menambahkan, Zah tetap menghubungi manajemen Sriwijaya FC, dan terakhir kali pada Senin (22/8) pukul 08.30 WIB menghubungi kembali.
"Dalam SMS-nya Zah mengirimkan nomor rekening dan meminta dibelikan play station. Kami mengerti maksudnya bahwa dia memang ingin bergabung dengan Sriwijaya FC," ujar Hendri pula.
Namun, dengan pernyataan Zah mengaku tidak pernah dihubungi manajemen Sriwijaya FC, membuat manajemen klub saat ini berpikir ulang.
"Peluang Zah bisa dibilang sangat kecil, apalagi dia sudah bicara seperti itu. Seolah-olah manajemen Sriwijaya FC ini pembohong saja," ujar dia.
Zah Rahan adalah mantan pemain SFC yang turut andil besar dalam mempersembahkan satu gelar liga dan tiga gelar Piala Indonesia.
Sejak musim 2007-2008, Zah Rahan berseragam Sriwijaya FC, namun pada musim 2010-2011 memutuskan pindah ke Persipura, seiring dengan hengkangnya pelatih Rahmad Darmawan ke Persija Jakarta.

Lupakan Alberto Goncalves

SFC akhirnya juga harus melupakan striker Persijap Jepara, Alberto Goncalves (Beto) setelah pemain asal Brazil itu memutuskan kembali ke Persipura Jayapura, kata Hendri Zainuddin lagi.
"Beto (panggilan akrab Alberto, Red) sebelumnya telah berjanji akan ke Palembang pada 18 Agustus lalu, namun hingga hari ini tidak datang juga. Kabar yang kami terima dari agennya, Beto memutuskan ke Jayapura," ujar Hendri.
Dia menerangkan, Beto telah membatalkan secara sepihak kesepakatan dengan manajemen SFC yang sudah final.
"Kami kecewa dengan Beto yang tidak memegang komitmen, padahal dia sendiri yang minta mau ke Sriwijaya. Bahkan, sudah deal dengan nilai kontrak Rp1,2 miliar," kata dia pula.
Padahal, dia melanjutkan, manajemen Sriwijaya FC pada awalnya tidak terlalu tertarik untuk merekrut Beto.
"Semula Sriwijaya FC tertarik untuk merekrut Dzumafo, tapi karena memiliki hubungan baik dengan agennya Beto yakni Eko Subekti dari Indo Bola Mandiri, kami pun akhirnya luluh," ujar dia.
Dia menambahkan, manajemen Sriwijaya FC meminta pertanggungjawaban dari Eko Subekti, mengenai pembatalan sepihak itu.
"Eko telah berjanji akan datang ke Palembang untuk melakukan jumpa pers dan memberikan penjelasan kepada publik Sumsel bahwa kesalahan bukan dari manajemen Sriwijaya FC," kata dia.
Menurut Hendri, manajemen SFC telah berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan Beto, tapi pada akhirnya pemain itu sendiri yang mangkir dari kesepakatan.
"Sebenarnya Beto sudah fokus mau ke Sriwijaya FC, tapi karena tiba-tiba dihubungi manajemen Persipura membuat dia gamang. Beto merasa terhutang budi dengan mantan klubnya itu," ujar dia.
Namun, dia melanjutkan, langkah Beto itu baru bisa berjalan mulus jika Victor Igbonefo (Nigeria) diluluskan oleh pemerintah RI proses naturalisasinya.
"Intinya, pintu untuk Beto telah tertutup. Jika nantinya dia gagal bergabung dengan Persipura karena naturalisasi Victor ditolak, kami pun tidak akan berniat merekrutnya lagi," kata dia menegaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar