Sabtu, 20 Agustus 2011

Mensos: 2011 Jakarta Bebas Pengemis


INILAH.COM, Jakarta - Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri menargetkan pada tahun 2011 ini Jakarta bebas pengemis. Sebab, hingga kini Jakarta sebagai Ibu Kota negara masih marak ditemukan masyarakat tuna sosial.


"Tahun 2011 kita targetkan Jakarta bebas pengemis," ujar Mensos saat memberikan arahan dalam Oriantasi Kehidupan Kampus (OKK) UI di Balairung Kampus UI Depok, Sabtu (20/8/2011).

Bebas pengemis ini, lanjut Menteri asal Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) ini, agar yang biasanya di jalan, bisa kembali ke lembaga pendidikan. Sehingga, tidak ada lagi para pengemis yang ada di jalanan. "Kita usahakan tidak ada lagi. Sudah ada kerjasama dengan 7 Kementerian. Kemendagri, Kementerian Agama, Kepolisian, kita sudah buat MoU (Nota kesepahaman, red). Yang ingin melanjutkan sekolah akan dibiayai Kementerian terkait," jelasnya.

Mensos juga mengakui, kalau ada sejumlah pengemis yang tergolong mampu. Hal ini terungkap saat beberapa pengemis yang terjaring lalu dilakukan klasifikasi di salah satu panti asuhan. "Pada 8 Agustus terjaring 1.185, itu diseleksi siapa yang sangat miskin. Kalau musiman mereka dikembalikan. Ada di daerah-daerah tertentu. Ini masalah karakter," terangnya.

Sementara itu, untuk gepeng, Mensos menyerahkan semuanya ke masing-masing Pemda. Karena, tiap-tiap daerah memiliki peraturan masing-masing. "Gepeng kalau ditertibkan, pemda punya aturan masing-masing untuk menertibkan," ujarnya.

Dia menambahkan, anak terlantar di Indonesia hingga kini mencapai 5 juta. Gepeng dan gelandangan di atas 300 ribu. Lansia terlantar hampir 1,7 juta, dan 2,3 juta kepala keluarga (KK) masih tinggal di rumah tak layak huni. [mvi]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar