Selasa, 23 Agustus 2011

Presiden Segera Keluarkan Inpres Perbaikan Gedung Sekolah

Cianjur (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan segera mengeluarkan Instruksi Presiden tentang perbaikan gedung-gedung sekolah yang rusak.


"Saya akan mengeluarkan Inpres Insya Allah untuk memperbaiki gedung-gedung sekolah," kata Presiden di sela-sela kunjungan ke SDN Tanjung Sari 3, Cianjur, Jawa Barat, Selasa sore.
Menurut Presiden, Inpres itu akan secara khusus mengatur perbaikan gedung Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang rusak.
"Sekalipun kita perbaiki, tapi masih ada 10-15 persen yang kondisi tidak layak pakai, rusak sedang sampai berat," kata Yudhoyono.
Selama melakukan Safari Ramadhan, Yudhoyono mengaku melihat beberapa gedung sekolah masih memerlukan perbaikan.
"Kemarin saya meninjau di Bogor, lebih buruk dari ini, tidak hanya rusak tapi juga kotor. Kalau rusak itu bisa nunggu perbaikan, tapi kalau kotor saya tidak bisa terima," katanya.
Menurut dia, siswa akan kesulitan belajar jika kondisi sekolah kotor.
Kepala Negara juga meminta semua pihak untuk ikut menjaga dan merawat gedung sekolah. Hal itu adalah wujud kepedulian terhadap kondisi keuangan negara.
"Nanti uang negara untuk ini bermiliar-miliar, tapi kalau tidak dijaga ya seperti ini lagi," katanya.
Presiden juga meminta semua pejabat untuk mengutamakan pembangunan sektor pendidikan daripada melakukan berbagai perjalanan dinas atau konferensi dan seminar.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional M.Nuh berencana untuk mengubah pola perbaikan sekolah yang tidak layak dari bertahap menjadi serentak di seluruh tanah air sehingga pada 2014 sudah tidak ada lagi laporan mengenai sekolah rusak.
Hal itu disampaikan Mendiknas dalam acara silaturahim guru-guru berdedikasi 2011 dengan Ibu Ani Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu.
"Tadi malam secara informal saya menyampaikan kepada Presiden Yudhoyono mengenai jumlah sekolah yang rusak,...secara presentasi memang kecil tapi apabila dikalikan ratusan ribu jadi banyak," kata M.Nuh.
Ia mengatakan bahwa jumlah sekolah yang rusak di tanah air sekitar 11 persen dari 900 ribu yaitu sekitar 100 ribu sekolah, yang mana data dan fotonya telah dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
Menurut Nuh , selama ini proses perbaikan dan pembangunan sekolah yang rusak atau tidak layak dilakukan secara sporadis sehingga tidak kunjung selesai.
"Sekarang mau disiapkan inpres untuk membangun secara bersamaan (serentak)," katanya.
Ia berharap pembangunan itu dapat dilakukan dalam satu atau dua tahun mendatang sehingga pada 2014 tidak ada lagi sekolah yang tidak layak.
Presiden berada di Cianjur untuk melakukan Safari Ramadhan. Selain mengunjungi sekolah, Presiden meninjau sentra industri Lampu Gentur, Puskesmas, Kantor Desa Haurwangi, Cianjur, dan buka bersama prajurit Infantri di Cipatat.
Turut dalam rombongan Presiden antar lain Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Mendiknas M. Nuh, dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Presiden dan rombongan melakukan Safari Ramadhan selama lima hari, sejak 22 Agustus 2011 - 26 Agustus 2011. Kepala Negara akan mengunjungi sejumlah tempat di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar