Liputan6.com, Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan punya kritieria sendiri mengenai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun demikian PPP belum dapat menentukan tokoh yang pantas duduk sebagai pimpinan KPK.
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PPP M. Romahurmuzy usai diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/8). Menurut Romi salah satu kriterianya adalah tidak tersangkut persoalan yuridis etis. Sebab calon harus jadi pagar terakhir dalam penegakan hukum.
"Kedua, calon pimpinan KPK itu tidak boleh memiliki afiliasi kepada partai manapun. Terakhir figurnya harus memiliki sikap kenegarawanan. Karena nanti ia (pimpinan KPK) akan lakukan judgement atau mengadili," pungkas Romi.
Meski begitu, PPP belum bisa menentukan pilihan mereka. Padahal, delapan nama calom pemimpin lembaga antikorupsi itu telah diserahkan untuk menjalani uji kelayakan. "Saya belum bisa sebut nama, karena masih digodok," tandasnya.(APY/JUM)
Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PPP M. Romahurmuzy usai diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/8). Menurut Romi salah satu kriterianya adalah tidak tersangkut persoalan yuridis etis. Sebab calon harus jadi pagar terakhir dalam penegakan hukum.
"Kedua, calon pimpinan KPK itu tidak boleh memiliki afiliasi kepada partai manapun. Terakhir figurnya harus memiliki sikap kenegarawanan. Karena nanti ia (pimpinan KPK) akan lakukan judgement atau mengadili," pungkas Romi.
Meski begitu, PPP belum bisa menentukan pilihan mereka. Padahal, delapan nama calom pemimpin lembaga antikorupsi itu telah diserahkan untuk menjalani uji kelayakan. "Saya belum bisa sebut nama, karena masih digodok," tandasnya.(APY/JUM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar