Minggu, 21 Agustus 2011

KA Tawang Alun Yang Anjlok Berhasil Diangkat

Pasuruan (ANTARA) - Kereta Api Tawang Alun jurusan Malang-Banyuwangi yang anjlok di Kraton, Pasuruan, Jawa Timur, berhasil diangkat sekitar pukul 22.55 WIB, sehingga bisa melanjutkan perjalanannya.


Madkur, salah seorang staf Stasiun Kereta Api Bangil yang memimpin langsung pengangkatan gerbong di lapangan mengatakan, setelah selesai pengangkatan terhadap gerbong yang anjlok perjalanan kereta api Tawang Alun langsung bisa dilanjutkan kembali.
Menurutnya, kereta Tawang Alun hanya mengalami anjlok bagian depan roda pada rangkaian gerbong paling depan. Pengangkatan gerbong bisa dilakukan langsung dengan mendongkrak secara manual.
Rangkaian kereta juga bisa langsung melanjutkan perjalanan setelah lokomotif pengganti dari Stasiun Probolinggo datang. Rangkaian gerbong berikut para penumpangnya yang masih tetap menunggu langsung melanjutkan perjalanannya, kata dia.
Rangkaian kereta api Tawang Alun melanjutkan perjalanan dengan menggunakan lokomotif pengganti, sedangkan lokomotif yang rusak ditinggal di Probolinggo, dan rencananya akan dikirim ke Surabaya untuk perbaikan.
Madkur menjelaskan, selama proses evakuasi rangkaian kereta api Tawang Alun berlangsung, hanya mengganggu satu jadwal perjalanan kereta api Mutiara Timur. Kereta tersebut terpaksa harus menunggu proses evakuasi di Stasiun Bangil.
Kereta Api Tawang Alun jurusan Malang-Banyuwangi anjlok setelah menabrak truk bermuatan kayu gelondongan di perlintasan Desa Gerongan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu malam.
Menurut Madkur, rangkaian kereta api Tawang Alun yang ditarik lokomotif CC 201 60 dengan masinis Sujatmiko (55) anjlok setelah menabrak truk I 8206 UH bermuatan kayu gelondongan yang melintasi persimpangan di Desa Gerongan, Kecamatan Kraton.
Saat itu truk yang membawa kayu gelondongan melintasi rel menujuk pabrik PT Yanamuri di Desa Gerongan, mendadak dari arah Bangil muncul kereta api, sehingga menabrak bagian belakang truk.
Akibat tabrakan tersebut, katanya, sopir truk Umar mengalami luka ringan, yakni dahinya robek. Sedangkan rangkaian gerbong pertama anjlok, dan lokomotifnya mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanannya.
Saat terjadi tabrakan, penjaga perlintasan sedang tidak ada di tempat, karena sedang melaksanakan salat tarawih. Pos penjagaan ditinggal petugas karena saat kejadian pada pukul 19.30 WIB, sesuai jadwal seharusnya sudah tidak ada lagi perjalanan kereta api.
Madkur mengakui jadwal perjalanan kereta api Tawang Alun jurusan Malang-Banyuwangi mengalami keterlambatan. Kereta seharusnya sudah lewat tiga jam sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar