Bekasi (ANTARA) - Mantan Menteri Negara Urusan Hukum dan HAM Kabinet Persatuan Nasional Hasballah M Saad (63) diduga meninggal dunia akibat serangan jantung setelah sebelumnya dalam kondisi sehat dan sempat keluar rumah untuk berbuka bersama.
Seorang kerabat korban Andri di rumah duka di Perumahan Taman Sari Persada Raya Blok 21 Nomor 17, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, mengatakan, almarhum sebelumnya dalam kondisi sehat walafiat.
Pembantu korban yang dipanggil bibi, menyatakan sepulang dari buka bersama almarhum sempat mengeluhkan sakit dan selanjutnya sekitar pukul 23.00 WIB dibawa keluarga ke RS Mitra Keluarga. Almarhum wafat sekitar pukul 12.05 WIB Selasa dinihari
"Setahu saya bapak sehat-sehat saja. Termasuk kemaren sorenya," ujar bibi yang sudah tiga tahun bekerja dirumah Hasballah M Saat itu.
Seorang teman almarhum sesama pengurus di Taman Iskandar Muda Aceh di Jakarta Bantaumar B Alwi menyatakan almarhum bukan seorang perokok dan sebelumnya ia tidak tahu mantan anggota DPR-RI itu punya riwayat penyakit jantung.
"Kalau kami sedang bersama-sama dan yang lain pada merokok, almarhum tidak merokok atau kalaupun rokok diambil hanya sekedar diisap dan asapnya dikepulkan," ujar pengusaha yang mengaku pada 1982 pernah diajar almarhum semasa berkuliah di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.
Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat tidak berkenan memberikan riwayat penyakit almarhum serta penyakit yang diidapnya.
"Medical record baru diberikan atas seizin keluarga," ujar seorang perawat.
Almarhum lahir di Gampong Lameu, Kota Bakti, Pidie, Aceh. Jenazah Hasballah akan dimakamkan pada Selasa sore setelah diterbangkan dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul 10.50 WIB.
Putra kelahiran Pidie, Aceh, pada 14 Juli 1948 itu meninggalkan seorang istri Darmawati dengan tiga orang anak yang seluruhnya perempuan.
Jenazah akan dibawa ke kampung halamannya di Desa Lameue, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, untuk dimakamkan.
Karir politik almarhum dimulai dari Partai Persatuan Pembangunan dan selanjutnya di Partai Amanat Nasional. Sebelum menjadi Menteri Negara Urusan Hukum dan HAM di era Presiden Abdurrahman Wahid, beliau menjadi anggota DPR-RI.
Hasballah pernah tercatat menjadi Rektor Universitas Jabal Ghafur, Kabupaten Pidie. Dia juga pernah menjabat anggota Komisi Hak Asasi Nasional dan anggota Majelis Pertimbangan DPP PAN.
Di rumah duka terlihat banyak karangan bunga diantaranya dari Menkum dan HAM Patrialis Akbar, Sekjen Kemenkum dan HAM Bambang Rantam, Dirjen HAM Harkristuti Harkrisnowo, Mantan Ketua DPR-RI Akbar Tanjung, deklarator Nasdem yang juga Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi serta perwakilan dari perusahaan dan perbankan.
Rumah duka yang asri itu kini ditinggal sepi setelah seluruh anggota keluarga dekat berangkat mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar