Laporan Wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau yang akrab dipanggil Foke menyarankan kepada para pemudik untuk mempersiapkan keberangkatannya dengan baik.
"Kalau yang mau naik kereta api. Jangan bonek, tidak punya karcis ngantri saja ke Senen atau mengambil kesimpulan bahwa karcis itu kapan saja bisa dibeli tanpa antrian," imbau Foke di GOR Jakarta Timur, Sabtu (20/8/2011).
Apalagi menurut Foke, kalau pemudik membawa anak yang masih kecil. "Kasihan harus menunggu," imbuhnya.
Kemudian, untuk pemudik yang menggunankan bis, Foke menyarankan supaya keberangkatannya dipersiapkan terlebih dahulu. "Bis saat ini berada dalam keadaan yang sangat cukup," jelasnya.
Saran Foke untuk pemudik yang membawa mobil pribadi, supaya mempersiapkan kendaraannya dengan baik agar tidak mogok di tengah jalan.
"Minyaknya (oli) diganti dulu supaya tidak mogok, kemudian remnya dicek supaya tidak celaka," jelasnya.
Untuk pemudik dengan sepeda motor Foke menyarankan supaya tidak mudik dengan sepeda motor. Ia mengungkapkan mudik dengan sepeda motor cukup berbahaya. Apalagi denga muatan dan penumpang berlebih. "Lebih baik naik kendaraan angkutan lain kemudian sepeda motor dikirim ke kampung halaman denga kendaraan lain," ucapnya.
Tidak lupa, Foke pun mengingatkan kepada orang yang akan mudik untuk menitipkan rumah yang ditinggalnya kepada RT atau tetangga. "Nah, bagi yang tidak mudik ini kesempatan ibadah membantu menjaga rumah-rumah tetangganya yang mudik. Supaya dia bisa pulang dengan tenang dan bersilaturahmi dengan keluarga secara tenang," ungkapnya.
Satu hal yang ditekankan Foke adalah bila nanti pemudik balik ke Jakarta jangan bawa saudara-saudaranya yang tidak sesuai dengan peraturan kependudukan di Jakarta.
"Di sini ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi penduduk Jakarta. Bila tidak dipenuhi, nanti saat operasi yustisi terjaring terpaksa dipulangkan kekampung halaman lagi," ungkapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar