Sabtu, 20 Agustus 2011

Emas Booming, PT Antam 2013 Baru Studi Kelayakan

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Duanto A Sudrajat
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Booming harga emas yang menembus harga Rp 500.000 per gram, tidak memberi dampak pada percepatan izin eksplorasi penambangan emas di Provinsi Jambi.

Sampai sekarang belum ada penambangan emas melakukan eksploitasi di Jambi. Dua usaha penambangan (UP) milik PT Aneka Tambang (Antam) yang berada di Sarolangun dan Merangin masih berada di tahap eksplorasi. Perusahaan tersebut masih menunggu 2013 awal untuk melanjutkan proses ke studi kelayakan.
"Harga emas memang booming, tapi di Jambi belum ada buka eksploitasi. PT Antam masih di tahap studi kelayakan awal 2013 nanti, ga berdampak" kata Anwar Efendi, Kepala Bidang Pertambangan Umum Dinas ESDM Provinsi Jambi.
Perkembangan terdekat, untuk penambangan emas PT Antam di Sarolangun, dipaparkan Anwar baru akan mulai studi kelayakan di 2013. Proses ini memakan waktu tidak cepat. Membutuhkan waktu tahunan sesuai dengan apa yang ada di lapangan.
"Terdekat masih studi kelayakan saja, PT Antam di Sarolangun," jelasnya.
"Eksplorasi aja butuh sekitar delapan tahun maksimal," kata Anwar.
"Namun ini (PT Antam) mungkin butuh sekitar tiga tahun eksplorasi," lanjutnya.
Ketika harga emas sedang naik-naiknya seperti beberapa bulan terakhir, dikatakan Anwar sebenarnya produktivitas tentu akan bertambah. Potensi tersebut sebenarnya juga ada di Jambi, apabila saat ini telah ada perusahaan yang melakukan eksploitasi. "Harga emas sedang bagus, seharusnya produktivitas bertambah besar," ujarnya.
Perihal potensi, anwar mengatakan cadangan yang ada di Jambi cukup besar. Ini dapat dilihat dari minat perusahaan yang coba masuk. Namun dirinya belum bisa memberikan perkiraan berapa besar cadangan emas yang ada di Jambi. "Kita tunggu studi yang ada dulu," lanjutnya.
"Saya belum bisa bicara tentang cadangan dan kapasitasnya," imbuh Anwar.
PT Antam sendiri memiliki dua usaha pertambangan di Provinsi Jambi. Di merangin rencananya ada tiga titik, dan dua titik ada di Sarolangun. Dari semua itu belum ada satu pun yang melakukan ekploitasi. Semua masih dalam tahap eksplorasi, dan diperkirakan baru akan mulai studi kelayakan 2013 nanti.
Di satu dari lima blok, disebutkan ada yang memiliki kandungan besar. "Salah satu blok ada yang 17 ppm," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar